a. NTP Tanaman Pangan (NTPP)
Pada Februari 2021 terjadi penurunan NTPP sebesar 0,84 persen. Hal ini terjadi karena It mengalami penurunan sebesar 0,59 persen, sedangkan Ib naik sebesar 0,26 persen.
Penurunan It pada Februari 2021 disebabkan oleh turunnya indeks pada kelompok padi sebesar 0,88 persen. Sementara itu kelompok palawija (khususnya komoditas jagung, kacang hijau, dan kacang kedelai) mengalami kenaikan sebesar 0,27 persen.
Peningkatan Ib sebesar 0,26 persen disebabkan oleh kenaikan Indeks Kelompok Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sebesar 0,20 persen dan kenaikan Indeks Kelompok Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) sebesar 0,41 persen.
b. NTP Tanaman Hortikultura (NTPH)
Pada Februari 2021 terjadi kenaikan NTPH sebesar 1,83 persen. Hal ini terjadi karena It meningkat sebesar 1,99 persen, lebih tinggi dari peningkatan Ib sebesar 0,15 persen.
Peningkatan It pada Februari 2021 disebabkan oleh naiknya It pada dua kelompok penyusun NTPH yaitu kelompok sayur-sayuran (khususnya komoditas cabai rawit dan bawang merah) sebesar 2,15 persen dan kelompok buah-buahan (khususnya komoditas salak dan mangga) sebesar 1,06 persen. Sementara itu kelompok tanaman obat (khususnya komoditas jahe) mengalami penurunan sebesar 0,33 persen.
Peningkatan Ib sebesar 0,15 persen yaitu dari 107,01 menjadi 107,17 disebabkan oleh kenaikan indeks kelompok KRT dan kenaikan indeks kelompok BPPBM masing-masing sebesar 0,16 persen.
c. NTP Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR)
Pada Februari 2021 terjadi kenaikan NTPR sebesar 0,35 persen. Hal ini terjadi karena It meningkat sebesar 0,51 persen, lebih tinggi dari peningkatan Ib sebesar 0,17 persen.
Peningkatan It Februari 2021 disebabkan oleh naiknya indeks kelompok tanaman perkebunan rakyat khususnya komoditas karet dan cengkeh.
Peningkatan yang terjadi pada Ib disebabkan oleh kenaikan indeks kelompok KRT sebesar 0,10 persen dan kenaikan indeks kelompok BPPBM sebesar 0,39 persen.
d. NTP Peternakan (NTPT)
Pada Februari 2021 terjadi penurunan NTPT sebesar 0,33 persen. Hal ini terjadi karena It mengalami penurunan sebesar 0,17 persen, sedangkan Ib naik sebesar 0,17 persen.
Penurunan It Februari 2021 disebabkan oleh turunnya harga berbagai komoditas pada tiga kelompok penyusun Subsektor Peternakan, yaitu kelompok ternak kecil sebesar 0,25 persen; kelompok unggas sebesar 0,71 persen; dan kelompok hasil ternak sebesar 0,02 persen. Sementara itu, kelompok ternak besar mengalami kenaikan sebesar 0,02 persen. Komoditas yang menyebabkan penurunan It terbesar pada Subsektor Peternakan adalah ayam ras pedaging dan sapi potong.
Peningkatan pada nilai Ib dikarenakan oleh kenaikan indeks kelompok KRT sebesar 0,21 persen dan kenaikan indeks kelompok BPPBM mengalami kenaikan sebesar 0,15 persen.
e. NTP Perikanan (NTNP)
Pada Februari 2021 terjadi kenaikan NTNP sebesar 0,30 persen. Hal ini terjadi karena It naik sebesar 0,47 persen, lebih tinggi dari kenaikan Ib sebesar 0,17 persen. Kenaikan It disebabkan oleh naiknya harga berbagai komoditas perikanan tangkap (khususnya komoditas ikan layang dan ikan kembung) secara rata-rata sebesar 0,41 persen dan perikanan budidaya (khususnya komoditas ikan bandeng payau dan ikan mas) sebesar 0,56 persen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar