catatan halaqoh RABU, 16 JAN 2013
Fenomena dakwah kampus memang patut di lirik oleh kita untuk menjadi bahan pembelajaran bagi ADK. Sebab fenomena dakwah kampus selalu mengalami dinamika. Memang karena aktivitas dakwah kampus merupakan aktivitas penuh dinamika dimana setiap tahunnya berubah dengan adanya pergantian generasi.
Dulu Assatis kita di dakwah kampus sangat menjaga ADK dari yang namanya penyakit-penyakit yang timbul sehingga tidak menggerogoti aktivis dakwah kampus. Namun ternyata dinamika yang terjadi justru menghadirkan fenomena klasik yang selalu di hadapi setiap tahunnya. Fenomena klasik tersebutlah yang ditakuti serta membuat banyak kader dakwah memilih untuk meninggalkan jalan dakwah itu sendiri. Memang dakwah itu panjang, melelahkan dan penuh rintangan. Namun balasan dari Allah yang dijanjikan jauh lebih baik itu semua.
Dalam pertemuan halaqoh kali ini dipaparkan, ada 2 penyebab orang keluar dari halaqoh yaitu halaqoh itu sendiri dan virus PMJ.
- HALAQOH
Kok penyebab orang keluar dari halaqoh justru HALAQOH itu sendiri??
begitulah penuturan dari sang ustadz Iwan Ansori. Yang manakah bagian dari halaqoh itu yang menjadi penyebab dari keluarnya ADK dari halaqoh?
Setidaknya ada empat hal:
Pertama, adalah kebosanan terhadap halaqoh tersebut. Memang pada dasarnya kita tidak bisa memastikan bahwa kondisi keimanan kita akan tetap baik. Terjadi fluktuasi yang kadang naik dan kadang turun. Apalagi dengan halaqoh yang menjadi rutinitas. Ada kala nya rutinitas tersebut membuat kita bosan. Kegiatan yang dilakukan mingguan ini hanya hadir, tilawah, duduk diam, dengarin taujih, dsb. Kita juga punya titik kejenuhan. Hal ini terkadang menghampiri dan membuat kita malas untuk halaqoh lagi.
Yang perlu kita pahami adalah tetap istiqomah saja dan memahami urgensi liqo.
Kedua adalah Seringnya ganti teman halaqoh. Terkadang kita sudah terlanjur merasa nyaman dengan teman-teman halaqoh kita sebelumnya. Kita sudah saling mengenal luar dalam. Bahkan sudah di anggap seperti saudara sendiri saking eratnya hubungan ukhuwah yang terjalin. Namun terkadang kondisi dakwah membina kita dengan cara yang berbeda. Kita bisa saja di pindah ke halaqoh lain. Tentu saja dengan teman yang baru. Teman baru terkadang membuat kita “MERASA ASING DI TENGAH KERAMAIAN”. Ya begitulah.. kita adalah orang baru dalam halaqoh tersebut. Hal ini tentu membuat kita tidak nyaman serta dalam tanda kutip “terkucilkan”. Belum lagi kalau kita tidak senang dengan sifat teman halaqoh kita yang baru. Sulit untuk menyesuaikan sebab sebelumnya kita memang tidak mengenal karakternya. Ketidaknyamanan ini terkadang membuat kita hengkang dari halaqoh.
Padahal ada beberapa ibroh yang dapat kita ambil dari pergantian teman halaqoh. Namun pelajaran tersebut terkadang luput dari mata kita. Ibroh yang kita peroleh adalah dengan pergantian teman halaqoh kita bisa belajar bersosialisasi dengan orang lain. Dalam aktivitas dakwah tentu kita harus sosialisasi dengan masyarakat yang jauh lebih luas lagi dengan karakter yang beragam dan kompleks. Ibroh lainnya untuk belajar membangun jaringan serta belajar untuk mengenal dan memahami karakter orang lain.
Ketiga, adalah seringnya berganti murabbi. Penyebab ketiga ini hampir sama dengan penyebab kedua. Kasusnya sama yaitu pada masalah pergantian halaqoh. Pada sebab ketiga ini kita melirik pada sang murabbi. Setiap murabbi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing serta cara dan tipe pengajarannya pun menjadi bervariasi. Hal ini bergantung pada murabbi tersebut. Sering kali kita menumui bahwa kadang kita merasa nyaman dengan murabbi sebelumnya. Namun ketika di pindahkan justru kita menjadi merasa tidak nyaman. Kondisi kurang nyaman dan kurang sreek seperti dalam membuat hengkangnya sang mente. Hal ini bisa saja disebabkan cara pengajaran murabbi baru yang dinilai kurang pas, serta tipikal yang dibahas pun berbeda-beda. Ada murabbi yang kuat hafalannya sehingga pengajarannya banyak berfokus pada hafalan dan ada juga yang keilmuannya luas sehingga dapat memberikan penjelasan serta pemaparan yang mumpuni dalam setiap bahasan. Sehingga dapat memuaskan rasa haus akan ilmu dari para mente. Ada hikmah sebenarnya yang dapat diambil dari pergantian murabbi yaitu dengan beragamannya spesifikasi kemampuan murabbi akan membuat kita berkembang serta mampu mengambil banyak pelajaran dari banyaknya sumber ilmu (murabbi) yang kita temui. Sehingga kita dapat memperoleh ilmu lebih luas dan berusaha untuk menjadi lebih baik dari pada murabbi kita.
Keempat, adalah seringnya berganti jadwal halaqoh. Seringnya berganti halaqoh ternyata berpengaruh juga terhadap eksistensi halaqoh. Seringnya berganti jadwal halaqoh membuat para Mente merasa tidak memiliki kepastian hari halaqoh. Ketidakpastian ini terkadang membuat ogah-ogahan, atau bisa saja berbenturan dengan aktivitas lain sang Mente. Bisa jadi Mente telah membuat janji terlebih dulu dari pada pemberitahuan dari murabbi tentang hari halaqoh. Kondisi ini tentu akan dilematis serta bisa membuat mente meninggalkan halaqoh. Selain itu jadwal yang tidak jelas dan pemberitahuan mendadak dari murabbi juga akan membuat kondisi menjadi tidak nyaman. Solusinya adalah sebaiknya membuat jadwal tetap serta tidak berganti jadwal.
2. VIRUS PMJ
Bingung ya dengan apa itu virus PMJ? PMJ sebenarnya hanya sebuah singkatan dari Penyakit Merah Jambu. Ini hanya bahasa halusnya saja. PMJ maksudnya adalah virus cinta. Cinta memang hal yang wajar dan manusiawi. Namun menjadi salah ketika cinta tidak di tangani dengan benar. Jangan sampai karena cinta tersebut menjadikan kita mengungkapkan perasaan tersebut. Apalagi sampai berlanjut kepada “pacaran”. Maka virus PMJ ini harus di hindari. Karena ternyata pengaruhnya sangat besar dan berbahaya bagi ADK.
Kata Allah dalam Al-Quran bahwa sesungguhnya godaan syaitan itu kecil. Namun godaan wanita ternyata jauh lebih besar. Sebab awalnya melalui PMJ tapi dampak dari PMJ itu sangat besar sekali dan dapat merembet pada berbagai aspek kehidupan.
Ada beberapa hal dampak buruk yang ditimbulkan oleh Penyakit Merah Jambu (cinta):
- Merusak tatanan Dakwah
Dengan rusaknya akidah ADK tentu akan merusak tatanan dakwah. Tatanan dakwah yang telah bagus tidak dapat bersatu dengan perilaku yang menyimpang. Akibat dari PMJ adalah membuat kader tergoda akan wanita serta melalaikan bahkan sampai meninggalkan aktivitas dakwah. Ini akan merusak tatanan dakwah dan membuat aktivitas dakwah terhambat.
- Pintu Gerbang dari Perzinahan adalah Pacaran
Tidak ada yang namanya perzinahan itu terjadi dengan sendirinya. Tentu ada pintu gerbang pembuka kearah sana. Pintu gerbang perzinahan tersebut muncul melalui Penyakit Merah Jambu. Yaitu virus PMJ yang berujung pada pacaran. Pacaranlah berarti membuka jalan untuk mendekati zinah. Sebab Awal dari perzinahan pasti diawali dengan pacaran terlebih dahulu. Padahal Allah telah menegaskan dalm Al-Quran bahwa
“Janganlah engkau mendekati zinah”
Bukan hanya zinah saja yang Allah larang. Namun mendekati jalan menuju perzinahan itu pun telah Allah larang.
- Dosa Pada Allah dan Dosa Pada Jamaah
Dosa kepada sudah pasti dilakukan. Sebab telah melanggar ketentuan Allah. Dan dosa kepada jamaah karena telah melanggar ketentuan jamaah. Hal tersebut tidak sesuai dengan aturan dalam jamaah serta akibat dari PMJ terkadang membuatnya lalai bahkan keluar yang mengakibatkan tatanan dakwah rusak.
- Mewariskan Dosa
Ternyata akibat dari PMJ juga dapat membuat kita mewariskan dosa pada generasi selanjutnya. Apalagi pelaku PMJ tersebut adalah para qiyadah yang menjadi contoh. Sehingga perilaku yang mereka lakukan bisa jadi contoh bagi yang lain dan generasi selanjutnya. Pada generasi selanjutnya akan menganggap bahwa hal tersebut adalah wajar dan biasa. Mereka merujuk pada perilaku qiyadah sebelumnya yang melakukannya. Sehingga dosa tersebut diwariskan. Tentu saja pelaku PMJ akan menanggung dosa yang dilakukan oleh generasi selanjutnya. Karena contoh tersebut datang dari pelaku PMJ.
Perasaan tertarik kepada lawan jenis itu manusiawi. Karena itu sudah menjadi kodrat kita sebagai manusia. Allah telah menjadikan kita berpasang-pasangan. Allah juga telah memberikan perasaan condong kepada lawan jenis kita. Namun, Ada norma-norma dan aturan-aturan ilahi yang harus kita perhatikan. Jangan atas nama cinta lantas menghalalkan segalanya.
Wanita itu diciptakan dari tulang rusuk laki-laki. Tulang yang paling keras dan bengkok. Jadi wajarlah kita condong kepada mereka. Wanita itu mahluk yang penuh daya tarik. Sulit bagi seorang ikhwan terlepas dari yang namanya cinta. Bukan hanya ikhwan sebenarnya, akhwat juga memiliki kecenderungan seperti ini. Yang terpenting adalah bagaimana cara kita bersikap.
Kita semua sadar wanita adalah mahluk yang memiliki daya tarik bagi laki-laki. Namun ada hal yang perlu untuk kita ketahui dari senjata yang sering di gunakan oleh kaum wanita untuk menarik perhatian dan membuat laki-laki tak berkutik. Daya tarik wanita yang dijadikan senjata oleh kaum wanita adalah “SENYUM” & “TANGISAN”. Senyumnya seorang wanita dapat membuat laki-laki tergoda. Dan akan menimbulkan penilaian lain dari laki-laki. Begitu juga dengan tangisan membuat laki tak tegaan dan tak bisa berbuat apa-apa. Apabila wanita telah menangis akan membuat laki-laki tak berdaya.
Apabila telah sampai pada penyakit PMJ tentu kondisi menjadi rawan. Seorang yang terkena PMJ adalah seorang penyayang. Sebab sedang diliputi oleh perasaan cinta dan kasih sayang. Sehingga sangat rapuh dan mudah goyah, mudah terpancing emosinya, dan menjadi sangat perasa. Kemungkinan untuk keluar dari halaqoh menjadi lebih besar. Karena perasaan cintanya kepada wanita akan membuat rela melepaskan halaqohnya demi wanita.
Ada beberapa hal dapat kita lakukan yaitu :
- Apabila kita telah sanggup, sebaiknya kita memilih untuk menikah saja dari pada harus pacaran
- Apabila kita belum sanggup, kita di anjurkan untuk berpuasa. Hal ini untuk meredam gejolak jiwa/nafsu
- Menundukkan pandangan
- Jangan dekat dengan wanita. Beri batasan dalam berinteraksi dengan seorang wanita.
Sekian & terimakasih.
Semoga Bermanfaat dan dapat di ambil pelajaran.
Ini merupakan catatan dari halaqoh dengan penambahan pada beberapa hal. Dengan point utama yang berasal dari materi halaqoh yang disampaikan oleh ust. Iwan Ansori di Masjid Baabul Hikmah Unram.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar